Jumat, 07 Oktober 2011

TUNE UP 4G41 COLT T 120

Posted by blog silinder blogger on 02.42


A.   TUJUAN PRAKTEK
Setelah melaksanakan praktek ini, siswa mampu untuk:
1.    Memeriksa sistem pendingin dan memperbaikinya bila terdapat kerusakan.
2.    Memeriksa sistem pelumasan.
3.    Menyetel celah katup.
4.    Menyetel celah platina.
5.    Menghidupkan mesin tersebut.
6.    Melakukan langkah-langkah tune up secara benar.

B.   ALAT DAN BAHAN
1.    1 unit engine stand 4G41
2.    Feeler gauge
3.    Kunci ring, kunci pas (12, 14, 17, 20, 22)
4.    Obeng (-)(+)
5.    Baterai 12V-50A
6.    Dweeltester
7.    Tachometer
8.    Multimeter
9.    Hidrometer
10.  Lap/majun

C.   SUMBER MEDIA
1.    Hasil praktek
2.    Buku panduan
3.    Instruksi guru
4.    Internet

D.   KESELAMATAN KERJA
1.    Memakai pakaian kerja (wearpack) selama praktek.
2.    Berdo’a sebelum dan sesudah melaksanakan praktek.
3.    Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
4.    Tanyakan kepada guru apabila mengalami kesulitan dalam praktek.

E.   LANGKAH KERJA
1.    Persiapkan peralatan dan tempat yang akan digunakan untuk praktek.
Tempat sebaiknya diluar ruangan, karena tujuan dari praktek ini adalah untuk menghidupkan mesin. Jadi, kalau mesin dapat dihidupkan, gas buangnya dapat langsung keluar.
Cek terlebih dahulu peralatan yang akan digunakan, apakah dalam kondisi baik untuk praktek atau sudah mengalami kerusakan.
Apabila alat dan bahan yang tersisa dalam kondisi buruk, harap meminta toolman untuk mencatatnya.
2.    Lakukan praktek sesuai dengan langkah kerja yang telah ada.
a.    Pemeriksaan pada sistem pendingin, yaitu meliputi:
Memeriksa ketinggian air pendingin, bila kurang maka isi dengan air sampai penuh. Lalu memeriksa selang radiator dan kran penguras. Selanjutnya yaitu memeriksa tutup radiator dan memeriksa volume air pada tangki cadangan.
b.    Pemeriksaan pada bahan bakar, meliputi:
Memeriksa jumlah bahan bakar pada tangki, bila tidak cukup untuk menghidupkan mesin maka diisi kembali. Pemeriksaan selanjutnya yaitu pemeriksaan pada filter bahan bakar, serta perhatikan saluran masuk dan saluran buangnya, apakah terdapat kebocoran atau tidak.
c.     Pemeriksaan pada oli mesin (pelumasan).
Oli dengan sifatnya yang kental dan halus, tidak hanya sekedar mengurangi keausan dan gesekan pada torak, bantalan serta bagian-bagian yang berputar lainnya. Oli juga membantu menahan suhu tinggi, gas bertekanan tinggi maupun membantu memindahkan panas dari bagian yang bersuhu tinggi ke karter (panci oli), selanjutnya dipindahkan ke udara luar. Oli mencegah keroposnya bagian yang terbuat dari logam, merupakan bantalan bagi bagian yang berputar serta menyerap zat-zat yang merusak dari hasil pembakaran didalam mesin. Setelah melakukan tugas ini, maka oli akan kehilangan efektifitasnya dan karena itu maka oli harus diganti secara periodik. Pemeriksaan tinggi oli, tarik batang pengukur, lap ujungnya dan kembali masukkan. Tarik kembali dan periksa volume oli (diantara Full dan Low) serta kualitas oli dengan melihat warna dan kepekatan oli. Tinggi oli harus berada diatas tanda L dan jika lebih rendah, periksa dari kemungkinan kebocoran, lalu tambah oli hingga tanda F.
d.    Pemeriksaan terhadap tali kipas, cukup secara visual.
e.    Yaitu memeriksanya dari kemungkinan retak atau aus, bila tali kipas tersebut aus atau retak maka sebaiknya diganti. Lalu periksa kekencangan tali kipas tersebut, berilah tekanan sebesar 10 kg.
Perhatikan ketegangan sabuk penggerak. Kurang tegang, tali kipas slip, cepat aus. Terlalu tegang, bantalan pipa air dan alternator menjadi cepat rusak. Jika tali kipas perlu diganti, perhatikan ukurannya. Ukuran sabuk mengikuti normalisasi. Lebar : 9,5 ; 10,5 ; 11,5 ; 12,5 mm. Panjang 25 mm, misal 800, 825, 850 mm dan seterusnya.
f.     Penyetelan celah katup.
Agar terdapat operasi mesin yang efisien apabila katup menutup, agar tertutup rapat sekali dengan dudukannya. Untuk menjamin keadaan demikian, terdapat celah yang disebut celah katup (clearance) di antara katup-katup dalam keadaan tertutup dan tuas (roker). Dengan celah ini,
katup akan kembali ke dudukannya tanpa gangguan selama mesin bekerja walaupun terdapat pemuaian dari komponen tertentu.
Cara menyetel celah katup yakni:
1.      Tempatkan silinder nomor 1 pada TMA atau titik mati atas atau kompresi dengan jalan memutar poros engkol.
2.      Kencangkan kembali baut-baut kepala dan baut-baut penguat roker menggunakan kunci ring dan pas (14). Momen pengencangan menunjukkan 1,8 – 2,4 kgm.
3.      Setel celah katup dengan cara celah katup diukur diantara batang katup dan lengan roker. Yang disetel hanya katup yang ditunjuk oleh panah saja (yang bebas). Pengukuran celah katup menggunakan feeler gauge, celah katup hisap dengan ukuran 0,20 mm dan celah katu buang dengan ukuran 0,30 mm.
4.      Putarkan poros engkol (crankshaft) sebesar 360°.
5.      Setel katup-katup lain yang bebas.
g.      Menyetel celah platina
Sebelumnya, buka dulu penutup pada distributor. Lalu putar poros engkol hingga celah platina sampai pada celah terbesar. Kemudian kendorkan baut pada penyetel platina. Dan ukur celah platina dengan feeler gauge, beri kerenggangan sebesar 0,20 mm. Lalu kencangkan kembali baut pada penyetel.
h.    Pemeriksaan terhadap baterai meliputi:
Memeriksanya dari kemungkinan retak dan menggelembung, lalu periksa volume elektrolitnya. Kemudian memeriksa berat jenis elektrolit menggunakan hidrometer, seharusnya pada skala diantara 1,25 sampai 1,27. Bila tidak maka perlu dilakukan pengisian atau dengan penyetruman.
Lalu memeriksa kondisi dari terminal (-)(+), kemudian memeriksa tegangan dengan menggunakan Voltmeter.
i.     Memeriksa busi, dari kemungkinan retak atau kerusakan pada ulir dan isolator, keausan elektroda dan kemungkinan elektroda yang terbakar atau kotoran yang berlebihan pada elektroda.
j.      Menghidupkan mesin
Setelah semua pemeriksaan selesai, maka selanjutnya menghidupkan mesin. Pasang terlebih dahulu baterai, kabel merah ke terminal (+) dan kabel hitam ke terminal (-). Kemudian putar kunci kontak On.
k.    Langkah terakhir yaitu mengukur tekanan kompresi
Panaskan mesin sampai pada suhu kerja yang cukup, lalu buka semua busi dan lepaskan kabel tegangan tinggi dari koil pengapian agar aliran sekunder terputus.
Masukkan alat pengukur kompresi ke dalam lubang busi, buka throttle valve sepenuhnya dan baca tekanan kompresi sementara mesin dihidupkan dengan motor starter.

Sebagai petunjuk: usahakan agar pengukuran dilakukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
-       Putaran : 250
-       Tekanan kompresi
-       STD 11,0 kg/cm²
-       Limit 9,0 kg/cm²
-       Perbedaan antara masing-masing silinder 1,0 kg/cm²
3.    Buatlah catatan-catatan penting dalam praktek sebagai bahan untuk membuat laporan.
4.    Setelah praktek selesai, kemudian kembalikan peralatan yang telah digunakan dalam praktek kepada toolman tetapi sebelumnya pastikan bahwa peralatan kembali dalam kondisi baik dan bersih. Kembalikan juga bahan yang telah digunakan ke tempat semula. Kemudian bersihkan tempat yang telah digunakan untuk praktek.

F.    KESIMPULAN
Tune up adalah perawatan berkala tanpa adanya penggantian komponen mesin, tujuan dilakukan tune up pada kendaraan adalah untuk pengontrolan kondisi mesin dan untuk memeriksa, menyetel sera mengembalikan kondisi motor dari kendaraan ke keadaan semula.
Pekerjaan pada tune up 4G41 meliputi pemeriksaan pada:
-       Sistem pendingin
-       Oli mesin
-       Bahan bakar
-       Tali kipas
-       Baterai
-       Busi
-       Distributor (celah platina)
-       Celah katup
-       Serta tekanan kompresi

0 komentar:

Poskan Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Search Site

 
  • Blogroll

  • Consectetuer

  • Popular

  • Comments